PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP TINGKAT KETAKUTAN ANAK PRASEKOLAH YANG MENJALANI HARI PERTAMA HOSPITALISASI
Main Article Content
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Brain Gym terhadap tingkat ketakutan anak prasekolah pada hari pertama hospitalisasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental pre-post test tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 34 anak prasekolah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat ketakutan adalah kuesioner skala ketakutan anak prasekolah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat ketakutan sebelum dan sesudah intervensi Brain Gym pada hari pertama dan kedua hospitalisasi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan tingkat ketakutan anak setelah intervensi Brain Gym baik pada hari pertama maupun hari kedua hospitalisasi (p < 0,05).
Simpulan: Brain Gym efektif dalam menurunkan tingkat ketakutan anak prasekolah selama hospitalisasi. Penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar penerapan Brain Gym sebagai intervensi non-farmakologis dalam perawatan anak di rumah sakit.
2. Yunita. Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Saat Menjalani Hospitalisasi di RS. Ilam SIti Khadijah Palembang. Universitas Brawijaya; 2021.
3. Kartika L. Keperawatan anak dasar. Jakarta: Yayasan Kita Menulis; 2021.
4. Mulyani S. Riwayat Hospitalisasi, Kehadiran Orang Tua Terhadap Respon Perilaku Anak Pra Sekolah pada Tindakan Invasif. J Psikol Jambi [Internet]. 2020;03(01):41–51. Available from: https://online-journal.unja.ac.id/jpj/article/view/6372
5. Rahmania DR, Apriliyani I, Kurniawan WE. Gambaran Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak dengan Tindakan Invasif. J Penelit Perawat Prof [Internet]. 2023 Sep 25;6(2):625–34. Available from: https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/2146
6. Radhita T, Riyana S, Kustiningsih MK, An SK. Pengaruh video kartun dan video animasi terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta; 2022.
7. Badan Pusat Statistik. Profil kesehatan ibu dan anak 2022. Jakarta; 2023.
8. Vianti RA. Nurses’ Experiences in Addressing the Impact of Hospitalization on Children. J Pena. 2020;34(2):1–23.
9. Tyas RP. Pengaruh Brain gym terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir di masa pandemi. Universitas Kusuma Husada Surakarta; 2021.
10. Arbianingsih A, Huriati H, Hidayah N, Musnayni S, Afiifah N, Amal AA. Brain Gym Effectively Reduces Anxiety in School-and Preschool-Aged Children in Hospitals. J Keperawatan Indones [Internet]. 2021 Dec 3;24(3):140–8. Available from: https://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/980
11. Wilujeng AP. Pengaruh Brain Gym Terhadap Kadar Kortisol Selama Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra-sekolah. J Keperawatan Muhammadiyah [Internet]. 2018 Jul 1;3(1). Available from: http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/1584
12. Khasanah NA, Adiesti F, Safitri CA, Diana S. Stimulasi Brain Gym terhadap Perkembangan pada Anak Prasekolah. J ABDIMAS-HIP Pengabdi Kpd Masy [Internet]. 2022 Feb 18;3(1):5–10. Available from: https://akbidhipekalongan.ac.id/e-journal/index.php/abdimaship/article/view/177
13. Erikson E. Chilhood and Society. Terjemahan oleh Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2010.
14. Finsaas MC, Bufferd SJ, Dougherty LR, Carlson GA, Klein DN. Preschool psychiatric disorders: homotypic and heterotypic continuity through middle childhood and early adolescence. Psychol Med [Internet]. 2018 Oct 16;48(13):2159–68. Available from: https://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0033291717003646/type/journal_article
15. Abdullah VI, Wahidin W, Wibowo DP, Mariani R. Cross-Cultural Analysis of the Role of Traditional Medicine in Health Access in Indonesia. West Sci Interdiscip Stud [Internet]. 2023 Oct 30;1(10):940–7. Available from: https://wsj.westscience-press.com/index.php/wsis/article/view/279
16. Apriani DGY, Putri DMFS. Dampak Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah di Ruang Anggrek Badan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tabanan. J Kesehat Med Udayana. 2021;7(2):74–83.
17. Adimayanti E, Haryani S, Astuti AP. Pengaruh Brain Gym Terhadap Kecemasan Anak Pra Sekolah Yang Di Rawat Inap Di Rsud Ungaran. J Keperawatan dan Kesehat Masy Cendekia Utama. 2019;8(1):72.
18. Soraya S, Syamanta T, Harahap HSRB, Coovadia C, Greg M. Impact of the National Health Insurance Program (JKN) on Access to Public Health Services: A Comprehensive Analysis. J Ilmu Pendidik dan Hum [Internet]. 2023 Sep 28;12(3):133–51. Available from: https://journals.ristek.or.id/index.php/jiph/article/view/7
19. Khasanah NA, Adiesti F, Safitri CA, Diana S. Stimulasi Brain Gym terhadap Perkembangan pada Anak Prasekolah. Werdhani RA, editor. J ABDIMAS-HIP Pengabdi Kpd Masy [Internet]. 2022 Feb 18;3(1):5–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0283709
20. Supartini Y. Konsep Dasar keperawatan Anak. Jakarta: EGC; 2015.
21. Nelson TM, Huebner CE, Kim A, Scott JM, Pickrell JE. Parent-reported distress in children under 3 years old during preventive medical and dental care. Eur Arch Paediatr Dent [Internet]. 2015;16(3):283–90. Available from: https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-84935916739&doi=10.1007%2Fs40368-014-0161-9&partnerID=40&md5=6f060590f9c158f268e00f305a68838f
22. Kemenkes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Denyut Nadi Normal dan Cara Menghitungnya. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3252/denyut-nadi-normal-dan-cara- menghitungnya
23. Sulistyowati A. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Edited by Putra KWR, editor. Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo; 2018.
24. Hablaini S, Lestari F, Niriyah S. Hubungan Penggunaan Gadet Dengan Kuantitas dan Kualitas Tidur Pada Anak Sekolah (Kelas IV dan V) di SD Negeri 182 Kota Pekanbaru. J Keperawatan Abdurab. 2020;4(1):26–37.
25. Nisa SK, Imelda. Kebiasaan Tidur Anak Yang Di Rawat Inap Di Rumah Sakit. Jim Fkep. 2019;IV(1):1–5.
26. Acharya D, Singh JK, Kadel R, Yoo SJ, Park JH, Lee K. Maternal factors and utilization of the antenatal care services during pregnancy associated with low birth weight in rural Nepal: Analyses of the antenatal care and birth weight records of the matri-suman trial. Int J Environ Res Public Health [Internet]. 2018;15(11). Available from: https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-85056108744&doi=10.3390%2Fijerph15112450&partnerID=40&md5=8629563794665e092d3f55aa174dacac
27. Erwanto R, Kurniasih DE. Perbedaan Efektifitas Art therapy dan Brain gym terhadap Fungsi Kognitif dan Intelektual pada Lansia Demensia di BPSTW Yogyakarta. Str J Ilm Kesehat. 2018;7(2):34–41.
28. Gati NW, Hermawati, Silvitasari I. Effectiveness Of Reminiscence Therapy And Brain Gym On Elderly’s Conitive Function. Gaster. 2024;22(1):101–11.
29. Astiti NKE, Ariyani NW, Erawati NLPS. Optimalisasi Pengetahuan Ibu Balita tentang Stimulasi Kecerdasan Balita dengan Brain Gym. LOSARI J Pengabdi Kpd Masy [Internet]. 2023 Dec 8;5(2):125–32. Available from: https://ojs.losari.or.id/index.php/losari/article/view/166
30. Dewanti O, Irdawati, Muyas S. Pengaruh Brain Gym Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Pra Sekolah. Pros Semin Nas Keperawatan Univ Muhammadiyah Surakarta. 2023;5(1):85–93.
31. Nurhayati E, Homdijah OS. Penggunaan Brain Gym Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Dengan Hambatan Kecerdasan Ringan. Jassi Anakku. 2020;20(1):13–20.
