HUBUNGAN NOMOPHOBIA DENGAN GANGGUAN DIGITAL EYE STRAIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Main Article Content
Tujuan: Berkembangnya fitur dan fungsi smartphone menimbulnya efek negatif terhadap kesehatan seperti nomophobia dan digital eye strain. Nomophobia adalah kondisi timbulnya perasaan cemas jika dijauhkan dari smartphone. Sedangkan digital eye strain adalah masalah mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer, dan ponsel dalam waktu lama dengan jarak dekat yang menyebabkan peningkatan beban pada mata ditandai dengan mata kering, mata gatal, penglihatan kabur, sakit kepala. Tujuan penelitian mengetahui hubungan nomophobia dengan gangguan digital eye strain pada anak sekolah dasar di SD Negeri Nogotirto. Faktor lain seperti durasi penggunaan gadget, intensitas cahaya, kebiasaan berkedip, dan jarak pandang juga dapat mempengaruhi hubungan tersebut.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi meliputi seluruh siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri Nogotirto. Sampel penelitian menggunakan tehnik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-rated untuk nomophobia dan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) untuk digital eye strain. Uji yang dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman.
Hasil: Dari hasil uji Spearman menghasilkan nilai (p = 0.000) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara nomophobia dengan gangguan digital eye strain pada anak sekolah dasar di SD Negeri Nogotirto. Nilai korelasi koefisien sebesar 0,704 menunjukkan korelatif kuat yang berarti semakin tinggi nomophobia maka semakin tinggi pula gangguan digital eye strain.
Simpulan: Terdapat hubungan antara nomophobia dan digital eye strain pada anak-anak. Ketergantungan gadget dapat meningkatkan risiko gangguan mata, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi untuk menjaga kesehatan.
2. Mukhlisah AN, Irfan M. Nusantara Hasana Journal. Nusant Hasana J. 2023;2(9):185–90.
3. Bhattacharya S, Heidler P, Saleem SM, Marzo RR. Let There Be Light—Digital Eye Strain (DES) in Children as a Shadow Pandemic in the Era of COVID-19: A Mini Review. Front Public Heal. 2022;10:1–5.
4. Shafina Putri Aliffa, Fea Firdan NA. Faktor Risiko Keluhan Digital Eye Strain Pada Mahasiswa Karena Peningkatan Penggunaan Perangkat Digital di Masa Pembelajaran Daring. Fakt Risiko Keluhan Digit Eye Strain Pada Mhs Karena Peningkatan Pengguna Perangkat Digit di Masa Pembelajaran Daring. 2020;(2):15–25.
5. Saputra FF, Inayah Z. Effects of Nomophobia and Mobile Phone Use With Eye Strain in University Students. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2021;5(2):1284–92.
6. Fathoni A, Asiyah SN. Hubungan Kontrol Diri dan Kesepian dengan Nomophobia pada Remaja. Indones Psychol Res. 2021;3(2):63–74.
7. Prastiwi AH, Apriliyani I. Gambaran Nomophobia ( No Mobile Phone Phobia ) Pada Anak Pengguna Smartphone Di Sd Negeri 1 Dukuhwaluh. J Kesehat Tambusai. 2023;4(4):5158–66.
8. Kemkes. Peraturan Kementrian Kesehatan No 82 Tahun 2020. 2020;2507(February):1–9.
9. Nahor TB. Peran Hukum Kesehatan Dalam Perlindungan Terhadap Penggunaan Gawai yang Berlebihan. Justice Voice. 2023;1(2):103–15.
10. Jumaroh. Resiko Nomophobia Pada Siswa Smp Pasca Satu Tahun Pembelajaran Daring. Educ J Gen Specif Res. 2023;3(Februari):173–82.
11. Putri Yumna Nur Aqila, Hari Wahyu Nugroho, Fadhilah Tia Nur. Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Digital Eye Strain pada Anak Sekolah Menengah Pertama di Masa Pandemi COVID-19. Plex Med J. 2023;1(6):206–18.
12. Pasongli A, Ratag BT, Kalesaran AF. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Nomophobia Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. J KESMAS [Internet]. 2020;9(6):88–95. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/30937
13. Rizqianto ID, Suyono H. Mendeskripsikan Kontrol Diri sebagai Upaya Preventif Kecanduan Gadget pada Anak. :123–37.
14. Hidayat A, Maesyaroh SS. Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini. J Syntax Imp J Ilmu Sos dan Pendidik. 2022;1(5):356.
15. Wahana H. Journal of Nursing Invention. J Nurs Invent. 2020;1(2):41–7.
16. Kamaruddin I, Leuwol FS, Putra RP, Aina M, Suwarma DM, Zulfikhar R. Dampak Penggunaan Gadget pada Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah. J Educ [Internet]. 2023;6(1):307–16. Available from: https://www.jonedu.org/index.php/joe/article/view/2944
17. Kurniawati A, Mintasih S. Hubungan Tingkat Penggunaan Gadget dengan Kelelahan Mata Dan Interaksi Sosial Anak pada Siswa di Sekolah Dasar Negeri Fakultas Ilmu Kesehatan , Universitas Indonesia Maju , Indonesia. 2024;(3).
18. Usia A, Peniwen D, Timur J, Wartiningsih M. Analisis Aktivitas Berbasis Layar terhadap Ketegangan Mata Digital pada Pasien Anak Usia Sekolah di Desa Peniwen, Malang, Jawa Timur. 2023;1(2022):30–5.
19. Kang JW, Sook Y, Ju N. Perbandingan perubahan akomodasi dan ketidaknyamanan mata berdasarkan ukuran tampilan perangkat pintar. 2021;1–9.
20. Sarla GS. Excessive use of electronic gadgets: health effects. Egypt J Intern Med. 2020;31(4):408–11.
21. Putri DW, Mulyono M. Hubungan Jarak Monitor, Durasi Penggunaan Komputer, Tampilan Layar Monitor, Dan Pencahayaan Dengan Keluhan Kelelahan Mata. Indones J Occup Saf Heal. 2018;7(1):1.
22. Elsya Mulyani, Art F, Septadina IS. Penyebab Gangguan Penglihatan Dan Kebutaan Pada Anak. J Kedokt dan Kesehat Publ Ilm Fak Kedokt Univ Sriwij. 2024;11(1):39–47.
